Nama : Marcello Evantino

 Nim : 2314190014


Tugas 1 

Semuanya bayangan hitam kecuali garis jernih

Ditandai dengan ombak ringan di permukaan pasir,

Atau di kejauhan lampu kapal bersinar redup

Bagaikan peri api yang berkeliaran, yang sering di darat

Menyesatkan peziarah …


Saya bermimpi, yang tidak semuanya hanya mimpi.

Matahari cerah telah padam, dan bintang-bintang

Berkeliaran dalam kegelapan di angkasa abadi,

Tanpa cahaya, dan tanpa jalan, dan bumi sedingin es

Berayun buta dan menghitam di udara tanpa bulan;

Pagi datang dan pergi—dan datang, dan tidak membawa hari apa pun

Tugas 3

Kalimat formal: "Ditandai dengan ombak ringan di permukaan pasir, atau di kejauhan lampu kapal bersinar redup, bagaikan peri api yang berkeliaran, yang sering menyesatkan peziarah."


Kalimat tidak formal: "Saya bermimpi, yang tidak semuanya hanya mimpi. Matahari cerah telah padam, dan bintang-bintang berkeliling dalam kegelapan di angkasa abadi, tanpa cahaya, dan tanpa jalan, dan bumi sedingin es berayun buta dan menghitam di udara tanpa bulan; pagi datang dan pergi—dan datang, dan tidak membawa hari apa pun.".


Tugas 4

Puisi tersebut memiliki beberapa imbuhan, di antaranya:


1. Awalan (Prefix):

   - "ke-" pada kata "kejauhan" memberikan makna jarak atau posisi yang jauh.

   - "ber-" pada kata "berayun" memberikan makna gerakan atau tindakan berayun.


2. Pengulangan (Reduplication):

   - "berkeliaran" merupakan pengulangan dari kata dasar "keliar", memberikan nuansa gerakan yang terus menerus atau berulang-ulang.


3. Infix:

   - Tidak ada imbuhan infix dalam puisi ini. 


4. Sufiks (Suffix):

   - Tidak ada imbuhan sufiks dalam puisi ini.


Jadi, itu adalah beberapa imbuhan yang dapat ditemukan dalam puisi tersebut.


SLIDO

Ada beberapa jenis imbuhan, termasuk:

Awalan (prefiks): Ditambahkan di awal kata. Contoh: "ber-" (berlari), "ter-" (terbuka).

Akhiran (sufiks): Ditambahkan di akhir kata. Contoh: "-kan" (membaca), "-i" (menulis).

Tengah (infiks): Ditambahkan di tengah kata. Contoh: "-el-" (telpon), "-in-" (mengambil).

Sisipan (konfiks): Gabungan dari awalan dan akhiran yang ditambahkan ke kata dasar. Contoh: "meng-...-kan" (menghadapi).

Semua jenis ini digunakan dalam bahasa Indonesia untuk memperluas kosakata dan mengubah makna kata dasar.

Tugas 5

Kalimat perangkai yang dapat digunakan untuk menyatukan kedua paragraf tersebut adalah:


*”Dalam keheningan malam yang gelap gulita, mimpi dan kenyataan bercampur menjadi satu.”*


Dengan demikian, gabungan paragrafnya menjadi:


Semuanya bayangan hitam kecuali garis jernih Ditandai dengan ombak ringan di permukaan pasir, Atau di kejauhan lampu kapal bersinar redup Bagaikan peri api yang berkeliaran, yang sering di darat Menyesatkan peziarah … Dalam keheningan malam yang gelap gulita, mimpi dan kenyataan bercampur menjadi satu. Saya bermimpi, yang tidak semuanya hanya mimpi. Matahari cerah telah padam, dan bintang-bintang Berkeliaran dalam kegelapan di angkasa abadi, Tanpa cahaya, dan tanpa jalan, dan bumi sedingin es Berayun buta dan menghitam di udara tanpa bulan; Pagi datang dan pergi—dan datang, dan tidak membawa hari apa pun …

Comments